Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik

Curriculum vitae atau yang lebih akrab disebut dengan CV merupakan salah satu bagian penting dalam melamar pekerjaan atau lainnya. Karena itulah, agar CV atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan daftar riwayat hidup ini dapat menarik orang yang membacanya, Anda harus membuatnya semenarik mungkin namun tetap dalam batas formal dan kewajaran. Apabila bingung dalam membuatnya, Anda bisa melihat contoh curriculum vitae serta mengaplikasikan beberapa cara pembuatannya berikut ini.

Contoh Curriculum Vitae dan Cara Membuatnya

Ketika hendak membuat CV, Anda terkadang bingung menentukan contoh mana yang harus diikuti untuk dibuat. Karena itu, daripada bingung menentukan contoh curriculum vitae mana yang paling menarik, akan lebih jelas apabila Anda mengikuti tips berikut ini.

  1. Menentukan jenis dan ukuran font sesuai batas wajar

Tips ini merupakan aspek dasar yang harus Anda perhatikan betul. Anda harus menggunakan jenis serta ukuran font yang biasa dibuat dalam CV formal seperti TNR 10. Sebaliknya, apabila pihak perusahaan yang dilamar meminta untuk membuat daftar riwayat hidup yang kreatif dan menarik, barulah Anda bisa menggunakan font tertentu di luar font yang digunakan pada rata-rata CV.

  1. Menghindari kata-kata yang kaku

Walaupun bersifat formal, CV tetap harus menggunakan kata-kata yang tidak kaku. Anda bukanlah mesin sehingga akan lebih baik menggunakan pilihan kata yang formal namun juga tidak kaku. Dengan begitu, perekrut akan memiliki gambaran positif mengenai kepribadian Anda.

  1. Mengikuti format sesuai dengan ketentuan

Di beberapa contoh curriculum vitae, aspek penulisan biasanya lebih diperhatikan. Padahal sebenarnya ada aspek lainnya yang tidak kalah penting. Yaitu mengenai ketentuan dari perusahaan terkait format yang digunakan. Apabila perusahaan meminta file CV berformat PDF, maka Anda harus membuat file dengan format tersebut. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan juga membuat pengaturan mengenai format pengiriman, misalnya subyek harus ini atau itu.

  1. Mencantumkan capaian prestasi dengan angka

Apabila dalam pekerjaan sebelumnya Anda menjadi karyawan yang berprestasi, silakan menambahkan poin berupa angka untuk mendeskripsikannya. Dengan cara ini, perekrut akan lebih mudah dalam memahami pencapaian Anda.

  1. Memaksimalkan halaman

Seorang pewawancara kerja yang melihat CV Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 6 detik untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, sebagai pelamar kerja Anda harus benar-benar memanfaatkan peluang tersebut. Anda harus memaksimalkan halaman yang biasa digunakan pada CV. Apabila Anda memiliki banyak pengalaman kerja, tulis beberapa pengalaman yang paling baru serta relevan dengan posisi yang dilamar. Jumlah halaman CV yang dibuat bisa sekitar 2 halaman.

  1. Pikir dua kali untuk pencantuman referensi

Apakah dalam contoh curriculum vitae Anda menemukan pencantuman referensi nama? Hal itu justru harus Anda pikir-pikir kembali. Mengapa? Memberikan referensi nama akan lebih baik ketika Anda berhasil masuk pada sesi wawancara. Namun, apabila tidak ditanyakan, sebaiknya jangan karena hal-hal yang mungkin tidak Anda inginkan bisa terjadi misalnya perekrut tertarik dengan orang yang kita referensikan.

  1. Menghindari typo atau salah ketik

Hal berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah pengetikan setiap huruf dan angkanya. Hal ini dapat menunjukkan bagaimana perhatian Anda terhadap hal-hal yang mendetail. Apabila pewawancara mendapati typo dalam daftar riwayat hidup tersebut, mereka bisa saja membuat kesimpulan bahwa Anda adalah orang yang pemalas untuk memperhatikan detail serta tidak berkompeten.

Jadi, melihat contoh curriculum vitae saja tidak cukup jika Anda sendiri bingung bagaimana menggunakan panduan contoh tersebut. Jadi, sudahkah Anda mengikuti beberapa tips di atas saat membuat curriculum vitae?

Bantu kami dengan share artikel ini ya 🙂 🙂