Makanan Bayi yang Aman Dikonsumsi

Makanan Bayi yang Aman Dikonsumsi Harus Diracik Melalui Tips Ini

Melihat tumbuh kembang si kecil yang membanggakan tentu membuat hati setiap orangtua semakin tenang dan bahagia. Menunjang tumbuh kembang si kecil maka orangtua wajib sekali menciptakan kondisi yang mendukung. Tidak hanya menyediakan apa yang dibutuhkan bayinya melainkan juga memberikan kasih sayang dalam cara yang tepat, tidak kurang maupun berlebihan. Berikan pula makanan bayi yang tepat, dan selektif dalam memilih terlebih ketika sudah harus memperkenalkan makanan padat kepadanya.

Makanan untuk bayi memang memiliki pilihan beragam, beberapa orangtua merasa nyaman memberikan makanan dalam kemasan. Biasanya hadir dalam bentuk bubuk kemudian dilarutkan dengan sedikit air hangat supaya menjadi bubur dan bisa disantap si kecil. Bubur bayi instan ini bisa ditemukan di banyak tempat, mulai swalayan, warung kelontong, ataupun di berbagai toko online. Anda yang tertarik dengan makanan instan ini tentu perlu selektif memilih untuk memastikan memberi nutrisi sesuai kebutuhan bayi.

Sebagian besar orangtua saat ini lebih memilih mengolah makanan pendamping ASI sendiri untuk buah hatinya. Demi memastikan menyediakan nutrisi yang tepat sekaligus menjamin makanan yang masuk ke tubuh bayi sehat dan aman dikonsumsi jangka panjang. Kini banyak informasi yang mudah diakses untuk menyediakan makanan pendamping ASI dan menariknya bisa dengan berbagai bahan makanan dan diolah dengan berbagai metode. Mulai direbus atau dikukus, kemudian dilumatkan dengan sendok maupun dihaluskan dengan blender.

Tips Aman Memperkenalkan MPASI

Menyediakan makanan bayi hasil racikan sendiri tentu menjadi pilihan yang sangat sehat dan baik untuk dilakukan. Namun jangan diberikan ke bayi secara asal, supaya aman bisa menyimak beberapa tips berikut:

  • Kenalkan pada makanan semi padat,

Saat usia bayi menginjak 6 bulan maka sudah aman diperkenalkan makanan selain ASI sebab sistem pencernaannya sudah berkembang baik. Namun jangan memperkenalkan makanan padat karena bisa membuat masalah pada sistem cernanya. Pilih makanan semi padat yang dihaluskan atau dibuat bubur supaya aman bagi usus dan lambungnya.

  • Baiknya tanpa memberi perasa makanan,

Memperkenalkan makanan pada si kecil pun baiknya tidak ditambahkan dengan pemanis maupun garam untuk memberi rasa asin. Biarkan makanan yang disajikan memiliki rasa alaminya sehingga bisa membantu si kecil mengenal berbagai rasa makanan secara alami. Memberikan garam pada bayi bisa memicu gangguan pada ginjal, sementara gula memberi sifat adiktif sehingga beresiko menderita diabetes ketika dewasa nanti.

  • Pilih satu jenis bahan makanan secara bertahap,

Cara paling tepat untuk memastikan sistem pencernaan bayi menerima makanan diluar ASI adalah dengan memperkenalkan secara bertahap. Kenalkan dengan salah satu jenis bahan makanan, misalnya apel untuk satu hari penuh dan berikan dalam porsi kecil dulu. Kemudian kenalkan makanan lain di esok harinya, sehingga si kecil mengenal rasa makanan yang cocok dengan lidahnya dan yang tidak. Keuntungan lain adalah mengetahui apakah si kecil memiliki alergi atau tidak pada makanan tertentu.

  • Berikan menu yang berbeda per harinya,

Kalau Anda memaksakan si kecil menyantap satu jenis bahan makanan sampai sebulan atau lebih tentu membuatnya menolak makanan saat jenuh. Bisa jadi malah membuatnya trauma sehingga sulit diajak makan yang tentu berdampak buruk bagi kesehatannya. Pertimbangkan memperkenalkan aneka jenis bahan makanan, semakin bertambah usianya maka berbagai jenis bahan bisa dicampur menjadi satu menu. Tujuannya membuat si kecil menyukai makanan bayi yang diberikan dan menikmati setiap nutrisi di dalamnya.

Bantu kami dengan share artikel ini ya 🙂 🙂