Perlukah Selektif Dalam Bersahabat, Inilah Jawabannya

Sebagai mana ungkapan seoran filsuf terkenal Aristoteles, bahwa manusia adalah Zoon Politicon yang berarti bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tak bisa terlepas dari manusia yang lain, sehingga kita sebagai manusia dituntut untuk pandai berteman dan menjalin bersahabatan dengan siapapun tanpa pilih-pilih. Maka banyak pula artikel relationship menyebutkan demikian. Namun bagaimana yang akan kita ajak berteman adalah orang yang buruk tabiatnya, apakah kita juga harus berteman bahkan bersahabat dengannya atau kaha kita harus menghindarinya?.

Tentunya banyak jawaban atas pertanyaan tersebut, ada yang berpendapat orang seperti demikian harusnya dihindari kerena antisipasi agar kia tidak terjerumus menjadi seperti dia. Namun ada pula yang berpendapat bahwa kita tidak perlu menghindarinya dan menjadikannya teman untuk mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik. Terlepas dari berbagai pendapat tersebut, selektif dalam berteman bahkan bersahabat memang sangat diperlukan, hal ini dikarenakan beberapa hal yang pada kesempatan kali ini akan diulas oleh penulis.

  1. Anggapan Memilih Teman Sama Dengan Memilih Masa Depan

Dalam bermasyarakat, teman merupakan lingkaran kedua setelah keluarga. Sehingga besar kemungkinan baik buruknya karakter dan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan dan dengan siapa seseorang tersebut bersahabat. Sebagai contoh, seseorang yang awalnya tidak menykai kopi, namun dia bergaul dan bersahabat dengan seorang pecinta kopi, maka lambat laun dia juga akan menyukai kopi sebagaimana sahabatnya. Pertama-tama karena rasa tak enak hati ketika ditawari oleh sahabatnya untuk meminum kopi, kemudian karena sudah merasakan kenikmatan kopi tersebut tanpa sadar dia menjadi pecinta kopi sebagimana sahabatnya.

lingkungan pertemanan yang positif sangat diperlukan dalam mencapai kesuksesan dimasa depan, hal ini dikarenakan selain membentuk karekteristik dan kepribadian kita, teman juga berperan dalam mempengaruhi cara pandang kita terhadap suatu hal. Bayangkan jika kita berteman dengan preman maka cara pandang kita terhadap masa depan, lambat laut, sadar atau tak sadar akan sama seperti cara pandang preman. Namun dalam hal ini juga perlu diingat bahwa kita tidak boleh serta merta menghindari bahkan sampai menghujatnya orang yang dianngap buruk tabiatnya. Bersikaplah baik terhadapnya merupakan langkah yang bijak dengan tujuan agar mereka berubah menjadi lebih baik.

Perlukah Selektif Dalam Bersahabat, Inilah Jawabannya

  1. Pesatnya Potensi Diri Jika Berada di Sisi Orang yang Tepat

Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Potensi tersebut bisa saja tersalurkan dan berkembang ke arah positif yang selanjutnya berdampak baik pada si empunya, atau sebaliknya berkembang ke arah negatif yang dapat mencelakakan pemiliknya. Ada pula potensi yang terpedam dan tak kunjung tersalurkan. Perkembangan dan tersalurkannya potensi seseorang sangat dipengaruhi oleh sahabat dan dimana ia bergaul.

Di antara orang-orang yang tepat potensi yang kita dimiliki dapat berkembang secara maksimal. Orang yang tepat tersebut tidak melulu memiliki potensi yang sama seperti kita, bisa saja mereka memiliki potensi yang berbeda, namun mereka selalu mendukung dan menghargai potensi kita, sehingga potensi kita berkembang dengan pesatnya karena dukungan dari mereka.

  1. Bagaimana orang memandangmu, tergantung dengan siapa kamu bersahabat

Dalam sebuah syair arab menyatakan bahwa jika kamu berteman dengan pandai besi, maka kamu akan terkena percikan apinya, sedangkan jika kamu berteman dengan tukang parfum, maka kamu akan ikut terkena wanginya. Dari syair tersebut menyiratkan bahwa, dengan siapa kita bersahabat akan menceminkan diri kita dalam pandangan orang lain. Terkadang bagaimana kita dikenal orang, berdasarkan dengan siapa kita bersahabat dan bergaul serta menghabiskan banyak waktu bersama sahabat kita.

Demikian alasan-alasan mengapa perlu selektif dalam berteman dan mencari sahabat, selektif dalam hal ini tidak berarti membatasi diri untuk hanya berteman dengan orang pada kalangan tertentu saja. Kita diperbolehkan menjalin persahabatan dengan siapapun, namun perlu diingat dalam artikel relashionship pembatasan bergaulan adalah bentuk kehati-hatian agar tidak terjerumus pada pergaulan yang negatif. Kita tetap diwajibkan berbuat baik kepada semua orang tak terkecuali penjahat sekalipun. Karena berbuat baik merupakan suatu kemutlakan, sedangkan bersahabat adalah suatu pilihan.

Bantu kami dengan share artikel ini ya πŸ™‚ πŸ™‚